Kamis, 16 Februari 2012

Mr.M

matin matin matin matin matin matin matin matin matin matin matin

i love you

Senin, 30 Januari 2012

tentang kamu

ku buka catatanku,dan kulihat namamu tertulis dengan rapih disana. Kubalik buku ku dan kudapati identitas buku itu, nama ku,kelasku, saat itu aku kelas 8.
entah bagaimana, aku masih memikirkanmu,6 tahun aku bahkan tak pernah melupakan detail terkecil dari dirimu.
menyedihkan memang, tapi itulah aku. ketulusanku,keegoisanku,kekeraskepalaanku,ainilah aku. Yang tak mampu melupakan segala hal tentang kamu

kamu tau,aku masih mencintaimu,aku masih merindukanmu,aku masih menunggumu.

entah,entah kapan aku akan menemukanmu berjalan kearahku, entah kapan aku akan menerima sms dari mu, entah kapan kau akan mengirimkan direct message untukku,

aku selalu menantikannya,

segala tentang mu selalu indah buatku,,,

kapankah kau akan mulai melihatku? tidak,tidak. Bukan melihatku,tapi kapankah kau akan mencintaiku?

Rabu, 18 Januari 2012

kapan yah kamu bisa cinta aku?

untuk dia yang kau cinta

aku mencintaimu,dan kau mencintainya. aku memperhatikanmu dan kau memperhatikannya. Aku yang memberikan banyak waktu untukmu dan dia yang mendapatkan semua waktu yang kau punya, , ,
ternyata semua teori itu benar, hidup tak adil , cinta tak harus memiliki , cinta butuh pengorbanan , dapatkah kau tangkap maksudku? dari semua teori yang ada, selalu aku yang disingkirkan

dia, kekasihmu lah yang mendapat semuanya, semua yang aku mau, yang aku damba, yang aku harapkan, yang aku inginkan, dan kamu yang selalu aku cintai.

sampaikan untuk dia yang kau cinta

"meskipun cintamu menjadi miliknya
tapi hatimu akan selalu jadi
milikku"

aku masih menunggumu Mr.M

tatapanmu , , ,

tatapan mata kamu membuat ku sakit,kau membuatku merasa nyeri
kau memaksaku selalu memikirkanmu,tapi ketika aku mulai terbiasa memikirkanmu
kau memintaku mengakhiri semua itu,
apa yang harus aku lakukan? menghindarimu? tak melihat mu?
semua telah aku coba, selalu ku coba,
bahkan ketika kau meminta aku melupakan mu,aku masih bisa mengerti
tapi kini ketika kau mulai melihat ku dengan tatapan mu itu, aku merasa kau benar benar jahat
kau membuatku benar benar sakit,

tak cukupkah kesabaranku slama ini?
diam diam aku memperhatikanmu,
bahkan untuk bicara denganmu saja aku harus berfikir berulang kali
tapi kenapa dengan mudahnya kau hadir di depanku,
menyulitkanku dengan tatapanmu itu,

bisakah sekali saja kau biarkan aku menjadi diriku sendiri?